Selasa, 02 Maret 2021

Mitos dan Fakta Tentang Virus Corona

 


Informasi seputar fakta virus corona menjadi sebuah poin penting yang mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Fakta ini kerap tertutupi oleh mitos yang akhirnya membuat masyarakat suatu wilayah rentan terpapar virus corona dan akhirnya terjangkit Covid-19. Dalam kasus yang lebih parah, penularan bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat sehingga jumlah pasien positif di seluruh dunia meningkat yang pada akhirnya membuat penanganan menjadi kian sulit. Masyarakat perlu memahami fakta virus corona dan memisahkannya dari mitos yang justru menyesatkan. WHO memiliki laman khusus di situsnya yang merangkum mitos dan fakta virus corona bagi masyarakat. Bukan cuma masyarakat awam yang mesti mengetahui informasi ini, tapi juga para tenaga medis. Terutama tenaga medis yang tak berkaitan langsung dengan penanganan corona. Hal ini penting karena penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona merupakan jenis baru. Para ilmuwan masih terus melakukan penelitian lebih lanjut guna memahami secara menyeluruh virus dan penyakit corona.

Berikut ini mitos dan fakta infeksi corona yang dihimpun dari situs WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat:
Mitos: Sinar matahari bisa membunuh virus corona karena mengandung ultraviolet
Fakta: Tak ada bukti sinar matahari bisa mematikan virus corona. Sinar matahari hanya berguna untuk produksi vitamin D di dalam tubuh yang bisa meningkatkan daya tahan terhadap serangan virus Mitos: Pengering tangan bisa membunuh virus corona Fakta: Meski mengandung panas, pengering tangan yang bisa terdapat di samping wastafel tak bisa membunuh virus Mitos: Semprotan disinfektan tak berbahaya bagi tubuh
Fakta: Bahan disinfektan termasuk berbahaya bila sering terkena tubuh. WHO tidak menyarankan penggunaan disinfektan terhadap tubuh manusia

Mitos: Orang yang lolos pemeriksaan suhu pasti negatif corona
Fakta: Suhu tubuh tinggi hanyalah salah satu gejala terjangkit virus corona. Perlu swab test untuk memastikannya

Mitos: Minum alkohol dapat mencegah penularan corona
Fakta: Konsumsi alkohol tak terbukti bisa mencegah crown. Alkohol hanya disarankan sebagai bahan hand sanitizer untuk mencuci tangan ketika tak ada akses air dan sabun

Mitos: Corona pasti bisa menular lewat paket kiriman
Fakta: virus corona memang bisa menempel pada permukaan benda, tapi hanya dalam jangka waktu tertentu. Demi keamanan, buka paket di luar rumah, buang langsung kardus kemasan, dan segera cuci tangan dengan air dan sabun setelah membuka paket

Mitos: Hewan piaraan bisa menularkan corona
Fakta: Belum ada bukti bahwa corona bisa menyebar dari hewan piaraan seperti anjing dan kucing

Mitos: Sudah ditemukan obat atau vaksin corona di China
Fakta: Penelitian untuk menemukan obat atau vaksin corona masih berlangsung di banyak negara, termasuk di Indonesia

Mitos: Obat jungle fever bisa menyembuhkan corona
Fakta: Obat jungle fever klorokuin bukanlah obat corona dan tak efektif menyembuhkan pasien corona

Mitos: Pasien Covid-19 yang meninggal karena punya penyakit penyerta
Fakta: Tidak semua pasien Covid-19 meninggal akibat penyakit penyerta. Corona menyerang sistem pernapasan yang bisa mengakibatkan penderitanya gagal napas dan meninggal

Mitos: Air laut bisa membunuh virus corona
Fakta: Orang tetap bisa tertular Corona ketika berenang di laut atau piknik di pantai dengan orang lain yang positif Covid-19

Mitos: Obat kumur bisa membunuh virus corona
Fakta: Tak ada penelitian yang membuktikan obat kumur dalam mematikan virus

Mitos: Meletakkan bawang di sudut-sudut rumah bisa mencegah corona
Fakta: Tak ada bukti praktik ini dapat membunuh virus

Mitos: Minyak wijen bisa mencegah virus corona masuk ke tubuh
Fakta: Minyak wijen tak bisa membunuh virus corona

Mitos: Pasien Covid-19 berusia muda cukup isolasi diri di rumah untuk pulih Fakta: Isolasi diri secara mandiri bisa dilakukan hanya jika gejala yang dialami tidak berat dan sesuai dengan protokol kesehatan

Mitos: Antibiotik efektif mencegah corona Fakta: Antibiotik hanya efektif dalam melawan bakteri, bukan virus

Mitos: virus corona bisa melayang-layang di udara
Fakta: virus corona akan jatuh ke permukaan setelah terlontar dari batuk atau bersin. Karena itulah penting menjaga jarak sekitar 2 meter dengan orang lain

Mitos: Corona menyebar lewat sinyal telepon seluler
Fakta: Virus corona menyebar lewat orang yang punya penyakit Turunan. Sejauh ini, tak ditemukan infeksi yang bisa menyebar lewat sinyal telepon seluler

Mitos: Minum air putih bisa membunuh virus corona
Fakta: Tidak ada bukti air putih dapat membunuh virus corona

Tidak ada komentar:

Posting Komentar